Subang | mediaantikorupsi.com – Sejumlah petani di wilayah Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang, mengeluhkan keterlambatan pengiriman pupuk bersubsidi ke kios resmi. Kondisi ini dinilai cukup mengkhawatirkan karena tanaman padi di sebagian lahan telah memasuki usia tanam sekitar 15 hari dan membutuhkan pemupukan awal agar pertumbuhan tidak terganggu.
Menurut keterangan salah satu petani yang enggan disebutkan namanya, hingga pertengahan musim tanam ini pupuk subsidi yang dibutuhkan belum tersedia di kios, sementara jadwal pemupukan seharusnya sudah dilakukan.“Tanaman padi kami sudah berumur kurang lebih 15 hari.
Kalau pupuk tidak segera tersedia, kami khawatir pertumbuhan tanaman terganggu dan berpengaruh pada hasil panen,” ujarnya kepada media, Selasa, 15/01/2026.
Ia menambahkan, pemupukan pada fase awal pertumbuhan padi sangat penting untuk mendukung pembentukan akar dan batang. Keterlambatan pupuk, menurutnya, bisa menyebabkan tanaman tumbuh tidak optimal bahkan berisiko menurunkan produktivitas.
Para petani berharap agar pihak terkait, baik distributor maupun instansi yang berwenang, dapat segera mempercepat proses distribusi pupuk bersubsidi ke kios-kios di wilayah Kecamatan Compreng.
Hal tersebut dinilai mendesak agar tidak berdampak lebih luas terhadap ketahanan pangan dan pendapatan petani.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak distributor maupun instansi terkait mengenai penyebab keterlambatan pengiriman pupuk bersubsidi di wilayah tersebut. Petani berharap adanya kepastian jadwal distribusi agar mereka dapat segera melakukan pemupukan sesuai anjuran teknis pertanian.(Bahrudinmk)




















