Lebak | mediaantikorupsi.com – Program bantuan Pompa Air yang dikucurkan Kementrian Pertanian untuk masyarakat, khususnya kawasan persawahan yang membutuhkan pengairan, diduga kuat dimanfaatkan segelintir oknum koordinator penyuluh ( Korluh ).
Dugaan tersebut muncul ketika awak media melakukan penelusuran di Wilayah Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Sejumlah sumber informasi menyebutkan bahwa untuk belanja mesin pompa dan lain – lainnya di koordinir oleh PPL, yang kemudian di serahkan ke Korluh, bahkan ada selisih nilai harga barang antara uang yang di serahkan ke Korluh dengan harga beli di toko.
Untuk belanja mesin dari kelompok di kolektif oleh Korluh. Selisih harga waterfoom saja selisihnya senilai enam juta antar barang biasa dengan merk Niagara. Belum lagi barang-barang lainnya. Hanya saja hal itu dirahasiakan, seolah pihak Korluh agar terlihat bersih. ” tukas salah satu sumber informasi, beberapa waktu lalu saat disambangi awak media.
Sementara itu, Ketua Korluh Kecamatan Panggarangan, Rahmat, saat di konfirmasi seputar hal tersebut via pesan WhatsApp nya, Ia menyebutkan bahwa untuk belanja barang dilakukan oleh masing-masing kelompok.
Untuk belanja mesin pompa air dan lain sebagainya di belanjakan langsung oleh masing-masing kelompok” dalihnya.(Yas/Lan)




















