Lebak | mediaantikorupsi.com – SMKN 2 Rangkasbitung di Jl. Dewi Sartika No.46.L Rangkasbitung Kabupaten Lebak Provinsi Banten tahun 2023 Kepala Sekolahnya yaitu Edi Ruslani, lalu adapun jumlah Siswa/I nya sekitar 1665, maka adapun jumlah dana Biaya Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) diterima oleh SMKN 1 Rangkasbitung pada tahap 1 tahun 2023 Rp. Rp 1.331.845.125, tahap 2 Rp. Rp 1.332.000.000,- berdasarkan laporan pihak sekolah ke Kementrian terkait serta ke Disdik Provinsi Banten, bahwa dana tersebut sebahagian digunakan unutk : Pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp 322.113.594 (Sumber dana pencairan dana BOSP tahap 1 tahun 2023) lalu Rp 616.158.900,- (s umber dana BOSP tahap 2 tahun 2023) atau dalam tahun 2023 adapun dana BOSP yang diserap untuk kegiatan Pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp.983 Juta lebih;
Berangkat dari data tersebut LBH-Warga Banten melakukan investigasi kesekolah tersebut, apa – apa saja Sarpras yang dipelihara oleh pihak sekolah pada tahun 2023, namun informasi tertulis terkait hal tersebut tidak dapat ditemukan disekolah sebab tidak adanya papan informasi penggunaan dana BOSP, dipihak lain beberapa Guru yang ditemui mengatakan bahwa mereka tidak tau hal tersebut, Bapak silahkan tanyakan aja ke Kepala Sekolah pak Edi Ruslani katanya.
Saat Tim lembaga Kami melihat – lihat bagian Srpras sekolah mana yang dipelihara oleh Kepsek serta Tim BOSP sepertinya tidak jelas terlihat secara signifikan sebab bekas pemelihaaraan juga terlihat jelas sama seklai, dipihak lain sumber LSM yang ada ditemui pada saat lembaga ini kesekolah tersebut mengatakan diduga pihak sekolah mark up jumlah pembelian barang atau bahan yang dibutuhkan untuk kegiatan pemeliharaan Sarpras sekolah tersebut tegasnya, untuk itu lembaga Kami akan melaporkan Tim BOSP sekolah dan Kepsek ke Kejaksaan Tinggi Banten serta ke Polda Banten, sebab lembaga Kami menduga bahwa ada Perbuatan Melawan Hukum (PMH) didalam penggunaan dana BOSP tahun 2023 tegas Syahrul.
Wartawan media ini beberapa kali konfirmasi kesekolah tersebut, namun tidak pernah bisa ketemu dengan Kepsek, dikatakan Guru yang ada pada saat itu bahwa, “ Pak Kepsek mungkin keluar kali pak ujarnya.(Edi Sumedi/Tim)











