Bengkulu | mediaantikorupsi.com – Isu tidak sedap terus di giring oleh warga yang tidak senang terhadap tambang PT Faminglevto bakti abadi (FBA). Kali ini, isu tidak benar keberadaan dan informasi Yang beredar bahwa karyawan diduga lakukan pelecehan kepada ibu – ibu yang mendatangi PT FBA ternyata itu tidak benar. Atas hal tersebut langsung dibantah oleh PT FBA karena itu adalah taktik dan akal oknum yang ingin merusak nama baik PT FBA.
Konsultan Hukum PT FBA Nediyanto Ramadhan Akil, S.H., M.H akan melakukan tuntutan hukum berkaitan dengan berita hoax yang beredar.
” berita hoax tersebut dapat merusak nama baik perusahaan, saya akan melaporkan pihak-pihak yang dengan sengaja menyebarkan berita yang tidak benar ” sampai Nedi.
Ditambah lagi saat ini perizinan PT FBA sudah lengkap, memang akan beroperasi. Tetapi masih ada oknum -oknum yang mencari kesalahan serta memojokan PT FBA.
“ini bagian dari memperkeruh suasana, pelecehan seperti apa. Sejauh ini, pelecehan seperti apa,”tegas Dadi Suprianto selaku Humas PT Faminglevto bakti abadi (FBA).
Kepada Media ini, jika memang ada 4 orang ibu – ibu yang datang menggedor pintu tambang. Namun, sejauh ini yang dimaksud pelecehan itu seperti apa sedangkan dilokasi tambang dijaga ketat oleh petugas kepolisian, mana mungkin aparat membiarkan adanya pelecehan dilokasi tambang.
” Yang ada itu ibu – ibu bernama, Mesi, Elda, Zemi dan Selvi datang menggedor tambang. Sesampai didepan tambang ada tamu PT FBA yang berasal dari Desa Pasar Seluma dan langsung dikatai penjilat, penjilat kalian itu penjilat, sontak tamu tersebut marah” Kata Dadi.
Belum sampai situ saja, wartawan juga menanyakan kepada Hamid satpam tambang PT FBA, betul tidak ada pelecehan? Hamid sontak menjawab, pelecehan apa pak tidak ada.
” Memang 4 orang ibu – ibu ini yang datang biikin onar, kami tidak pernah melayaninya. Kalau mereka pastinya ingin terus mencari kesalahan PT FBA” Kata Hamid.
Untuk saat ini, PT FBA bertindak tidak akan gegabah dalam menghadapi oknum yang sering datang ke lokasi tambang, sampai – sampai mencaci pekerja dengan kata penjilat serta menggedor – gedor pintu tambang, selama ini tak pernah pihak perusahaan melakukan tindakan.
“Kita juga sudah sering mendapatkan perkataan yang lebih menyakitkan lagi dari warga penolak tambang ini,”sampainya.
Saat ini kalau nama perusahaan dicoreng pastinya pihak perusahaan tidak tinggal diam, apalagi menuduh karyawan PT FBA lakukan pelecehan. Dengan demikian masyarakat harus lebih jeli melihat berita yang tidak beribang, apalagi menyudutkan dan merugikan sepihak
Beruntung, sebelum beroperasinya PT FBA dijaga ketat oleh aparat jangan sampai ada hal yang tidak diinginkan. Termasuk. sampai merusak alat – alat tambang.(Nahiram)











