Surabaya| mediaantikorupsi.com – Upaya percepatan Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan Presiden RI, Joko Widodo melalui Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) terus digalakan. Salah satunya di Direktorat Jenderal Perumahan, Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Jawa IV.
Tahun ini untuk mendorong program itu cepat realisasi, balai yang membawahi wilayah kerja Jatim-Bali pada semester 1 mengelontorkan anggaran Rp 87,2 miliar dana APBN tahun anggaran 2022. Anggaran sebesar itu untuk melaksanakan 38 paket pekerjaan konstruksi secara kontraktual.
Sejumlah paket itu berupa pembangunan rumah susun (Rusun), rumah khusu (RK) dan bantuan Prasarana Sarana Utilitas (PSU) bagi perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sejumlah paket pekerjaan tersebut tersebar di wilayah Jatim dan Bali. Targetnya semua paket pekerjaan dapat terkontrak bulan Juli dan selesai bulan Desember.
Kepala BP2P Jawa IV, Sultan Sidik Nasution S.T., M.eng melalui Kepala Seksi (Kasi) Pelaksanaan Wilayah 1 BP2P Jawa IV, Aditya Viko Vignata, ST,MT mengungkapkan alokasi anggaran mayoritas diperuntukan pembangunan rusun bagi pondok pesanteren (Ponpes). Bertujuan sebagai tempat hunian sekaligus mendukung tempat belajar bagi santri dan penataan kawasan.
” Semoga rusun bisa memberikan kontribusi nyata bagi santri dalam menimba ilmu,” kata Aditya Viko Vignata di kantornya, Selasa, (24/5/2022).
Masih menurutnya pembangunan rusun ponpes merupakan bagian dari Program Satu Juta Rumah yang dicanangkan Presiden tahun 2015 lalu di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah sebagai bagian Nawa Cita dan proyek strategis nasional.
” Ini merupakan bentuk perhatian dan keseriusan pemerintah dalam penyediaan rumah dan penataan kawasan lingkungan pendidikan,” tambahnya.
Ia menjelaskan rencana pembangunan rusun Ponpes berbeda dengan rusun MBR. Rusun Ponpes dibangun dengan model mirip barak dilengkapi fasilitas kamar tidur, meja belajar, lemari, listrik dan air bersih. Pada tiap lantai terdapat tempat wudhu, toilet, WC, janitor dan pantri.
” Dengan ketersedian beragam fasilitas tersebut tentunya para santri dapat merasa nyaman selama menempuh pendidikan di ponpes dan mendidik generasi muda agar terbiasa hidup di hunian vertikal,” jelas pria yang akrab disapa Viko ini
Viko lantas membeberkan sejumlah rencana pelaksanaan pembangunan tahun 2022 yang akan masuk proses lelang. Terdapat 38 paket pekerjaan. Paket itu terbagi di Provinsi Jatim terdapat 31 paket pembangunan rusun dengan total nilai pagu anggaran senilai Rp 59.143.438.000. Sementara di Provinsi Bali terdapat 2 paket pekerjaan dengan anggaran senilai Rp 18.633.500.000. Sementara lainnya untuk paket pekerjaan rumah khusus (RK) dan paket pekerjaan pembangunan rumah umum dan komersial (RUK) berupa bantuan PSU rumah umum MBR.
” Total paket pekerjaan kontraktual tahun ini berjumlah 38 paket dengan nilai pagu anggaran senilai Rp 87.272.834.000 yang tersebar di wilayah Provinsi Jatim dan Bali,” beber Viko.
Viko menargetkan bulan Juli semua paket pekerjaan dapat terkontrak dan selasai bulan Desember.
” Semoga semuanya lancar dan berjalan sesuai target,” harapnya.
Pembangunan rusun di Provinsi Jatim lanjut Viko rencananya dilaksanakan di Kabupaten Jember, Bangkalan, Trenggalek, Lamongan, Jombang, Kediri, Kota Kediri, Kota Madiun dan Kota Surabaya.
Sementara paket pekerjaan pembangunan rumah khusus rencananya akan dilaksanakan di Kabupaten Sidoarjo. Selanjutnya paket pekerjaan pembangunan rumah umum dan komersial berupa bantuan PSU rumah umum MBR dilaksanakan di Kabupaten Lumajang, Jember, Malang, Mojokerto, Gresik dan Kediri.
Sedangkan untuk paket pekerjaan pembangunan rumah susun di Provinsi Bali rencananya dilaksanakan di Kabupaten Bangli dengan mekanisme kontraktual Multi Years Contract (MYC) tahun 2022 – 2023.
Sementara tahun 2021, lanjut Viko pihaknya telah melaksanakan 4 paket pekerjaan pembangunan rusun dengan mekanisme kontrak tahun jamak (MYC) tahun 2021 – 2022 yang berlokasi di Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Malang Provinsi Jatim. Dengan rincian, 2 paket fisik dan 2 paket manajemen konstruksi (MK), serta paket pekerjaan dengan mekanisme kontrak tahun tunggal (SYC) yakni 1 paket meubelair. Total nilai pagu paket pekerjaan tersebut senilai Rp 9.495.896.000.
” Dibanding tahun lalu, pagu anggaran paket pekerjaan konstruksi tahun ini ada peningkatan secara signifikan,”tutup Viko.
Seperti diketahui Kementerian PUPR melalui Peraturan Menteri PUPR Nomor 16 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Kementerian PUPR telah menetapkan 19 lokasi BP2P Direktorat Jenderal Perumahan.
BP2P Jawa IV membawahi wilayah kerja Provinsi Jatim dan Bali memiliki tugas melaksanakan pembangunan rumah susun, rumah khusus, rumah swadaya, prasarana, sarana dan utilitas umum serta koordinasi penyediaan lahan dan pengembangan hunian dalam rangka mensukseskan Program Satu Juta Rumah di Indonesia.(Min)