Cilacap | mediaantikorupsi.com – Sekretaris Desa Karang Asem, Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap, Akbar disinyalir tengah dirundung permasalahan pribadi, sehingga tugasnya sebagai sekdes dianggap tidak maksimal.
Menurut informasi yang beredar, Akbar diduga melenyapkan atau menggadaikan dua unit mobil leasing. Akibatnya, ia diduga dilaporkan ke pihak kepolisian.
Warga berharap, Bupati Cilacap, khususnya Camat Sampang menegur Akbar sehingga tetap disiplin dalam menjalankan tugasnya, tanpa terganggu masalah pribadi.
“Jadi jangan hanya LPJ saja yang diprioritaskan. Sementara perangkat desa di lingkungan Pemkab Cilacap tidak terkontrol dan menyimpang atau sembrono dalam tugas melayani masyarakat,” ungkap salah satu warga yang meminta tidak disebutkan namanya, Selasa (21/10/2025).
Ia juga membenarkan dugaan kasus pribadi yang sedang dihadapi Akbar. Menurut warga tersebut, semua atas ulahnya sendiri dengan modus kredit mobil atas nama orang lain atau istri.
“Setelah di-ACC pihak leasing dan kredit berjalan, kuat dugaan cicilan tidak terbayarkan sehingga mobil pun lenyap digadaikan,” ujar warga.
“Jadi, bagaimana mau kerja benar mobil saja diembat, apalagi dana desa. Pantas saja inspektorat mengaudit Desa Karang Asem. Maka fungsi Abkar selama menjabat sekdes pun layak dipertanyakan,” tambah warga.
Sementara Slamet, Kepala Desa Karang Asem yang sempat ditemui terkesan hanya manut kepada sang sekdes.
“Bagaimana adminstrasi desa dapat berkesinambungan kalau pemimpinnya tidak tanggap dan hanya selalu mempercayakan segala urusan desa ke sekdesnya. Sementara sang kades tidak dapat mengambil kebjiakan apapun tanpa seizin sekdes,” demikian komentar warga atas peran dan fungsi Kades Karang Asem.
Sedangkan Akbar saat dikonfirmasi membenarkan telah menggadaikan mobil kreditan. Hanya saja ia berdalih saat akan ditebus, mobil tersebut sudah dipindahtangankan.
“Uang sudah disiapkan, tapi mobil sudah pindah tangan dan jumlahnya lebih besar. Jadi uangnya tidak cukup,” kata dia.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban dari pihak leasing salah satunya ialah Yayan Purwanto sebagai tangan pertama di Purbalingga, dan hingga kini mobil tersebut raib tanpa jejak.
Informasi terakhir menurut Yayan Purwanto, mobil tersebut keberadaannya sudah jauh, yakni di wilayah Nganjuk, Jawa Timur. Kini, Akbar sedang dituntut salah satu leasing di Purwokerto.(Mbah Wasis)




















