Cilacap | mediaantikorupsi.com – Sejumlah warga di Kabupaten Cilacap mengaku telah tertipu ratusan juta rupiah oleh Kepala Desa Nusajati, Suparno.
Salah satunya ialah Ismail. Ia mengaku telah menyerahkan uang hingga Rp.300 juta kepada Taufik, yang diketahui tangan kanan sang Kades Suparno.
“Awalnya saya beli bengkok. Penyerahkan uangnya kepada Taufik tangan kanannya Suparno sekalu Kepala Desa Nusajati, Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap. Tapi sampai saat ini tanah garapan itu tidak ada,” ungkap Ismail, di rumahnya, Sabtu (25/10/2025).

Bukti lembar kertas dari SUPARNO KADES NUSAJATI sebagai hak menggarap sawah bengkok yang fiktip untuk mengelabui di bubuhi Stempel Kades Nusajati agar terlihat resmi, ujung – ujungnya dijual ke warga lain, akhirnya semua tidak bisa menggarap sawah Bengkok, parah !!!
Warga Dusun Tinggar Malang, Desa Nusajati itu menegaskan jika uang sebesar Rp.300 juta telah diterima oleh Taufik untuk diserahkan kepada kades.
“Rinciannya saya akan mendapatkan bengkok sawah seluas 36 bau (Bahu atau bau dari bouw, bahasa Belanda, berarti garapan, red). Tapi faktanya hanya menerima atau menggarap 24 bau. Jadi selisih 12 bau yang tidak diakui Suparno. Lalu kemana uangnya,” ungkap Ismail, dengan nada kesal.
Selain Ismail, ada dua korban lainnya, yakni Hono dan Yasir, warga Desa Nusajati yang juga telah menyerahkan uang ratusan juta rupiah kepada pihak Suparno dan Taufik.
Ya kalau yang saya tahu total uang yang mereka terima sudah mencapai Rp.96 juta, itu uang waganya sendiri loh, diembat kan, manusia seperti apa itu,” ujarnya, kesal.
Dirinya berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti kasus dugaan penipuan ini, karena sejumlah korban siap melaporkan jika keduanya tidak menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Kemudian diharapkan camat atau Plt Camat Sampang dan Bupati Cilacap menindak tegas sang kepala desa, karena kasus ini bisa mencoreng nama baik Cilacap,” harap Ismail, seraya meminta wartawan agar kasus ini diviralkan sehingga segera mendapat respon dari berbagai pihak.
Sementara itu, wartawan sempat mendatangi kantor desa dan kediaman sang kepala desa guna melakukan konfirmasi. Namun hingga berita ini dikirimkan ke redaksi, Suparno belum berhasil ditemui seolah menghindari wartawan.(Mbah Wasis )




















